Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Nasihat Untuk Pujangga
*Oleh: zaini kurniawan Pendidikan Matematika 2012 UIN SUKA




Celah tinta setitik mencair di dalam kegelapan
Seakan-akan terbias oleh kemunafikan
Tak terlihat
Tak terdengar
Seperti binatang tak berupa


Dengarlah wahai penguasa

Tetesan darah yang keluar dari jerit tangis ciptaan tak berdaya
Menggenggam sejuta impian imajinasi kosong
Membuat goresan luka di dada


Dengarlah wahai penguasa

Hiduplah sebagai orang bijak
Tentukan jalan dengan domino
Janganlah hidup bagaikan joker yang melindas tanpa ampun


Rintihan ini kan selalu menggema dalam alunan udara

Sampai nafsu harta tidak lagi menjadi juara
Sampai nafsu kekuasaan tidak lagi menjadi agenda

Kertas putihpun akan selalu terkibar
Menyelimuti awan hujan yang terpampang
Hingga Pembuka hidanganpun terselipkan
Menggapai sinar surya yang tak berhenti bersinarBenderang

Selasa, 25 Juni 2013


*oleh : Amad Gloecossa (A.N.S.)

Mereka tidak benar benar mengerti
Risau angin yang berhembus dari sabang sampai merauke
Melintasi ribuan kilometer tanah dan air
Berhembus sambil mendengus aroma hangus

Mereka tidak benar benar mengerti
Gejolak ombak di sisi pantai yang membentang
Siap menerjang, meski karang menghadang
Tak gentar, siap meradang

Mereka tidak benar benar mengerti
Intan-intan berlian yang brilian
Bersembunyi dalam lautan pikiran
Pada setiap purnamanya rembulan

Mereka tidak benar benar mengerti
Gelora api membara dimana-mana
Membahana di setiap sudut kota
Hingga mampu meruntuhkan raja dari atas singgasana

Mereka tidak benar benar mengerti
Ikatan dalam dunia semut
Bisa mengamuk tapi juga lembut
Tergantung lidah yang bermulut

Tidak, mereka tidak akan pernah mengerti.
kecuali hanya gedung-gedung berlinang senja,
Yang di dalamnya tersaji wangi bunga
Asmara, hanya nafsu belaka

Tidak, mereka tidak akan pernah mengerti.
Kecuali aroma rempah-rempahnya,
gemuk ikan di sisi pantai,
gemah ripah loh jinawih slogannya yang nyata di depan mata mereka

Mereka tidak benar benar mengerti
Dan tidak akan pernah mengerti
Makna tirai bangsaku.

Black Stone Coffee,
Yogyakarta, 14 Mei 2013