Selasa, 23 April 2013


Runtuhnya Peran Mahasiswa
*Oleh : Rois Habibi Qudsi*


“Om awignam astu namas sidam”
Mahasiswa!! Apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mengengar kata itu? Silakan Anda jawab sendiri pertanyaan tersebut. Mahasiswa adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi.

Mahasiswa merupakan sekumpulan calon cendekiawan muda yang syarat dengan berbagai predikat yang tentunya mempunyai harapan agar kelak dapat menjadi lebih baik daripada para pedahulunya terutama dari segi intelektual yang mampu mempunyai kesadaran mandiri akan dirinya sendiri.
Mahasiswa, sejatinya adalah sebagai “Agen of Change” yang nantinya sangat diharapkan dapat merubah kondisi bangsa ini menjadi lebih baik dan juga diharapkan dapat membawa perubahan paradigma dalam masyarakat, serta memfilter budaya-budaya baru yang masuk dalam masyarakat. Sejatinya mahasiswa tidaklah hanya duduk dibangku kuliah dan mendengarkan dosen berbicara di kelas tanpa sebuah praktek secara langsung, atau yang lebih dikenal dengan “duduk, absen, pulang (DAP)*”

Water Rocket
Oleh Kelompok KH kholil bakalan” (Kelompok opak 2012 Fakultas Sains dan Teknologi)

Inilah yang nantinya dapat kita banggakan calon-calon ilmuan besar yang memiliki basic islami (Saintis Islam), yang awalnya mereka memiliki pemahan dari tokoh ilmu pegetahuan yang memiliki pemikiran yang sangat hebat dan dengan pemahaman seperti itu bahkan mereka memiliki kapabilitas keislaman yang kuat kemudian mereka membuktikan dengan kesadaran mereka alami dan merealisasikan apa yang ada dalam pikiran. Sebuah ruangan yang di dalamnya memiliki jentik-jentik yang akan menjadi penghancur dunia yang ada dalam pikiran mereka yang selalu haus dengan kenikmatan yang di peroleh dan terus selalu di beri stimulus unutuk mengasahnya. Tetapi dengan basic islam yang mereka miliki semoga memiliki kesadaran moral yang tinggi dan toleran yang selalu menjadi pemyempurna ilmu yang dikuasaimnya.
 Eksistensi yang harus dilakukan untuk selalu dipantau maupun yang harus dipertimbangkan lagi adalah wujud bentuk keseriusan mereka untuk mencari kebenaran. Ketika selalu dalam pemantauan kemungkinan akan menjadi suatu panutan ketika seorang saintis dengan basic islami bisa memanfaatkan ilmunya untuk memperbaiki kondisi yang telah menjadi pemahaman yang menakutkan dan selalu menjadi ketakutan. Karena saat itu dengan keobsesian yang tinggi ingin menguasai semua Negara dan dengan menancapkan doktrin ideologis dengan kepuasan untuk menguasainya baik Negara maupun rakyatnya.

Sabtu, 20 April 2013


MAHASISWA
 ESENSISNYA AKADEMIS… SUBTANSINYA ORGANISATORIS
*Oleh Nurdiansah Dwi Sasongko, S.Pd.Si

Mahasiswa adalah agen social of change (agen perubahan social) dimana seorang mahasiswa dituntut untuk peka terhadap realitas yang terjadi dilingkungan sekitarnya, baik itu lingkungan kampus, masyarakat, maupun negara. Selain harus peka terhadap lingkungannya, mahasiswa dituntut untuk bias menjadi “roda” penggerak perubahan di lingkungannya. Akan tetapi selain kewajiban social yang harus diemban oleh seorang mahasiswa, mahasiswa juga mempunyai kewajiban individual yaitu untuk menyelesaikan tugas kuliahnya tepat waktu. Menjadi pertanyaan selanjutnya adalah manakah dari kewajiban itu yang harus diprioritaskan. Apakah kewajiban mahasiswa sebagai seorang individu yang sedang menuntut ilmu, ataukah kewajiban mahasiswa sebagai makhluk social yang dituntut untuk bisa menjadi agen perubahan.