Jumat, 31 Mei 2013


Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) dengan No.062/ST. Tahun 2013 yang telah diturunkan Kamis, 28 Maret 2013, Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan Kalijaga akan menyelenggarakan pemilihan wakil mahasiswa (Pemilwa). Pemilwa merupakan  moment yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar civitas akademika UIN sebagai ajang penentuan masa depan aspirasi mahasiswa dan massa depan kampus ini. Diadakan pemilihan mulai dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa ) Program studi & Jurusan, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas, SEMA-F (Senat Mahasiswa Fakultas), sampai DEMA (Dewan Mahasiswa), dan SEMA-U (Senat Mahasiswa Universitas). Hal itu diwadahi dalam bentuk kepartaian yang sudah membudidaya di negeri ini. berbagai pamflet tak hanya terlihat di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) saja, tetapi di setiap sudut kampus. Kampanye dimulai tanggal 24 sampai 28 Mei 2013. Berbagai persiapan dan kesibukan telah terlihat baik dari penyelenggara pemilwa yaitu Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Fakultas (KPUM-F) UIN dan para kandidat calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sekaligus Senat Mahasiswa (SEMA).
Yopi Fatur Rahman mahasiswa Jurusan Teknik Industri selaku ketua KPUMF Sains dan Teknologi angkat bicara mengenai kegiatan pemilwa. “KPUM-F Saintek sudah membentuk kepanitiaan untuk pelaksanaan pemungutan suara  berjumlah tujuh orang. Kami sudah saling koordinasi dan rapat setiap minggunya untuk mempersiapkan pemilwa ini.”, ujarnya.
“Persiapan sampai saat ini lancar, semua sesuai jadwal dan telah terlaksana walaupun sempat sedikit terhambat karena hanya ada satu partai dan ketidakjelasan jadwal dari universitas, sehingga KPUM-F mengajukan permintaan agar jadwal diulang. Strategi dan teknik disesuaikan oleh undang-undang dari KPUM Universitas , sedangkan KPUM-F hanya sebagai pelaksana saja. Yang jelas, kita sebagai panitia mempunyai persiapan yang matang. Kami sangat mengharapkan semua mahasiswa ikut merayakan pesta demokrasi dan ikut memilih calon-calon yang ada baik calon Presiden Mahasiswa (PRESMA), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F), maupun Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J)., tambah Yopi menjelaskan kesiapan KPUM-F dalam pemilwa.
Murtono, Drs., M.Si., Selaku Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menjelaskan bahwa pemilwa sekarang dengan partai, dan mereka yang mempunyai partai ikut pemilwa. Diharapkan untuk pemilwa kedepan bukan dari partai, tetapi lebih perwakilan dari jurusannya untuk mengajukan bukan dari partai atau kelompok karna kita berasal dari pendidikan”.
Selain itu, tambah Pak Murtono, KPUM sudah mendapatkan Surat Kuasa (SK) untuk menjalankan tugasnya. Harapannya seluruh mahasiswa ikut menggunakan hak suaranya sesuai dengan hati nuraninya, pemilwa berjalan lancar, tidak ada masalah apa-apa dan bagi mereka yang terpilih memang betul mempunyai kapabilitas dan bisa membawa atau mewakili aspirasi dari mahasiswa”, ujarnya.
Sama halnya dengan pemilwa sebelumnya bahwasannya salah satu persyaratan calon ketua BEM harus IPK min 3,00. “Kalau nanti  wakil-wakil itu terpilih, setelah mereka diajukan ke Fakultas kemudian di cek berapa IPKnya. Kita harus mengontrol semuanya supaya sesuai peraturan khususnya IP min 3,0 dan itu SK dari rektor. Apabila yang terpilih IPKnya di bawah tiga maka calon tersebut didiskualifikasi.”, katanya.
Pemilwa hanya salah satu proses suksesi kelembagaan. Substansi dasarnya adalah pendidikan politik. Butuh inovasi tentang pemilwa yang lebih kreatif dan bisa dirasakan oleh semua elemen mahasiswa, bukan hanya pada tatanan pengurus Organisasi Mahasiswa (ORMAWA).
Mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari segala kegiatan di kampus, seyogyanya dapat memposisikan diri sebagai mahasiswa yang senantiasa dapat memberikan aspirasi dan suaranya. Suara yang diberikan oleh mahasiswa merupakan suatu bentuk partisipasi dalam upaya pengembangan dan pemajuan lingkungan mahasiswa sendiri, khususnya di Fakultas Sains dan Teknologi.

@Redaksi LPM Metamorfosa*

Yogyakarta – Ujian Tengah Semester (UTS) atau pun Ujian Akhir Semester (UAS) merupakan sebuah agenda yang tidak dapat terlepas dari kegiatan akademis mahasiswa. Tidak terkecuali di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Kalijaga. Berbagai faktor pun muncul dalam upaya menyukseskan agenda tersebut. Mulai dari sistem pelaksanaan, panitia, dosen, serta dari pihak mahasiswa khususnya.
Sistem ujian yang digunakan di FST tidak lepas dari peraturan yang diberikan dari pihak Universitas. Jika  kita tengok pelaksanaan ujian yang telah terlaksana, perubahan sistem pun pernah terjadi. Dari sistem ujian yang terjadwal, sampai dengan yang tidak terjadwal. Hal ini menimbulkan banyak persepsi dari beberapa mahasiswa. Baik yang merasa senang, biasa atau pun kecewa, akibat perubahan sistem ujian yang pernah terjadi. Banyak mahasiswa yang merasa kecewa karena adanya perubahan sistem ujian. Sitem ujian berubah dari yang semula terjadwal menjadi tidak terjadwal, dan khirnya kembali terjadwal lagi.
Menurut Wakil Dekan 1 (WD1) Drs. Susi Prabawati, M. Si., “Adanya perubahan sistem ujian dikarenakan keputusan dari PAU (Pusat Akademik Umum) kampus. Perubahan sistem ujian itu sifatnya kondisional. Jadi di setiap ujian selesai dilaksanakan, pasti ada suatu evaluasi. Mungkin pada saat ujian dilaksanakan secara tidak terjadwal itu memang dirasa situasi di kampus sedang tidak memungkinkan untuk adanya pelaksanaan ujian secara terjadwal. Dari pelaksanaan tersebut, pastinya ada suaatu evaluasi. Jadi, untuk ujian yang akan datang dan seterusnya, sistem sudah kembali seperti semula, terjadwal”.
Mengenai usaha pelaksanaan ujian, pihak FST telah membentuk suatu panitia yang melakukan suatu kerja berdasar ketetapan yang ada. Kerja dari panitia pun tak akan sukses jika tidak didukung dengan adanya kerja sama dari pihak lain. Dosen dan mahasiswa adalah pihak penting yang harus dapat menyukseskan pelaksanaan ujian yang ada.
“Pelaksanaan ujian baik UTS ataupun UAS, tidak akan sukses tanpa kerja sama dari semua pihak. Untuk UAS semester Genap tahun ajaran 2013/2013 pun dari panitia sendiri telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. Untuk dosen pengampu mata kuliah pun diwajibkan mengumpulkan soalnya yang akan diujiakan maksimal seminggu sebelum pelaksanaan ujian, guna adanya penggandaan soal. Jika batas 3 hari sebelum ujian soal belum diberikan kepada pihak panitia, maka dosen tersebut berkewajiban untuk menggandakan soal secara mandiri.”, kata Bu Susi.
“Selain itu, mahasiswa pun jangan menyepelekan pelaksanaan ujian yang akan datang. Jangn hal-hal yang sebenarnya tidak ada, dapat merusak dan mengakibatkan mahasiswa itu sendiri gagal mengikuti ujian. Seperti telat bangun, lupa jadwal, lupa membawa KRS, dan masih banyak lagi. Untuk dosen juga diwajibkan datang pada hari pelaksanaan ujian. Hal ini dimaksudkan jika ada suatu yang tidak jelas terhadap soal, dosen dapat mengklarifikasi dan menjelaskannya pada mahasiswa. Jadi suksesnya ujian ini adalah karena adanya usaha dari berbagai pihak. Kita panitia sudah mengupayakan sebaik mungkin, namun dari pihak dosen dan mahasiswa pun diharapkan dapat membantu dalam upanya penyuksesan ujian di fakultas.”, tegas Bu Susi.
Drs. Susi Prabawati, M. Si. berharap agar pelaksanaan UAS yang akan datang dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Ya pastinya harapan untuk pelaksanaan UAS yang akan datang yaitu semoga dapat berjalan dengan lancar. Jadi dimohon dengan sangat adanya bantuan dari dosen dan mahasiswa guna mewujudkan hal tersebut.”, tambah Bu Susi.
Yn-Rf

Senin, 27 Mei 2013

Awal minggu ini redaksi LPM Metamorfosa akan menyikapi bagaimana dan kenapa seorang astronot yang hidupnya di luar angkasa harus atau bahkan wajib memakai pelindung yaitu baju dinas putih disaat mereka para astronot sedang melakukan tugas. Pentingnya baju astronot ketika mereka siaga mencari tahu berbagai kerahasian alam raya ini. Sampai sekarang masih menjadi tekaki-teki kehidupan para astronomi untuk membuktikan bahwa keingintahuan mereka akan terbuktikan dengan cara-cara para astronot untuk membuktikan rahasia alam ini. Perlu kita ketahui bahwasaanya hidup keseharian mereka berbeda dengan para manusia yang hidupnya hanya di bumi yang kerjaannya bekerja, makan dan tidur untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Para astronot hidupnya selalu dalam keingin tahuan mencari kebenaran untuk memenuhi kebutuhan pikirannya yang selalu ingin tahu. “Aku tidak punya bakat khusus. Aku hanyalah orang yang yang penasaran”, tandasnya Albert Einstien.
Kembali ke astronot, para astronot ketika sedang beraksi mereka memakai baju putih, karena baju yang digunakan memiliki fungsi tertentu. Fungsi baju para astronot bewarna putih salah satunya bahwa untuk mnghadapi ancaman radiasi yang berbahaya dari cahaya matahari secara langsung, karena melihat radiasi tersebut tidak kesaring oleh atsmosfer sperti ketika di bumi. cahaya matahari yang menuju kebumi melewati atsmosfer bumi. Dengan karena itu baju dinas seorang astronot didesain sedemikian dengan memaksimalkan fungsinya untuk mencegah radiasi yang berbahaya tersebut yang akan menjamah atau menyentuh tubuh astronot. Pada ayat al-qur’an menerangkan bahwa segala sesuatu yang diciptakannya sudah ada ukurannya. Oleh krena itu, berbagai spektrum memiliki fungsi tersendiri. Terlihat bahwa pada QS. Al-Qamar, ayat 49 bahwa:
$¯RÎ) ¨@ä. >äóÓx« çm»oYø)n=yz 9ys)Î/                                                         ÇÍÒÈ      
Artinya: “sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, (QS. Al-Qamar: 49).”

Minggu, 26 Mei 2013

Oleh: Mas Allam*
Hari raya besar waisak merupakan hari yang sangat penting dalam kalender Budha dan dirayakan oleh kaum Budha sedunia. Pada hari besar waisak ini para kaum budha berkumpul di berbagai kuil sebelum fajar menyongsong untuk melakukan upacara tiga mustika suci: Sang budha, Dharma, sangha. Upacara yang dilakukan yaitu persembahan sederhana berupa bunga, lilin, dan dupa yang akan ditaruh di kaki para biksu-biksu. Persembahan yang dilakukan ini bermaksud untuk merefleksi para umat Budha bahwa hidup juga akan musnah dan hancur sama seperti persembahan yang mereka lakukan yang nantinya seperti akan habis terbakarnya oleh dupa, lilin, dan layunya bunga.
Para umat Budha percaya dengan tindakan-tindakan yang baik pada hari waisak ini. Mereka menyakini bahwa apa yang dilakukan akan memberi berkah berkali-kali lipat atas perbuatan apa yang sudah mereka lakukan. Ritual umum yang dilakukan para umat Budha yaitu membaca mantra, pelepasan hewan yang dikurung, makan makanan vegetarian, dan memandikan patung-patung Budha atau dikatakan sebuah lambang asal legenda sang Budha yang dimandikan oleh air dari sembilan naga yang segera setelah kelahirannya. Sebagaian besar patung sang Budha yang berada pada kuil akan diterangi pada hari raya waisak. Pada perayaannya akan diakhiri dengan menyalakan lilin sepanjang jalan yang di lewati dan akan menghidupkan lampion disaat sesi penutupan acara.

Jumat, 24 Mei 2013


Oleh: Mas Allam*

           Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga dimana ruang belajar dan berinteraksi untuk proses belajar terjun ke masyarakat. Sebagai miniatur kehidupan masyarakat tentunya tidak akan terlepas dari peran kampus untuk mendewasakan para mahasiswanya. Yang akan disoroti yaitu perannya suatu lembaga pers mahasiswa yang dibangun para mahasiswa  sebagai organisasi mahasiswa yang otonom dan berdiri secara independen bahkan tidak ada interferensi dari pihak manapun. Perlunya kebebasan pers bagi mahasiswa adalah mengasah sikap kritis mahasiswa yang seharusnya memberikan ruang seluas-luasnya pada lembaga pers mahasiswa ini untuk melakukan profesi jurnalistik secara independen sesuai kode etik jurnalistik yang diatur baik oleh UU Pers no 40 tahun 1999, yang jika suatu saat ada masalah terkait dengan jurnalistik, diselesaikan secara prosedural sesuai undang-undang.
Secara historis Lembaga pers mahasiswa lahir se-mainstream dengan munculnya gerakan kebangkitan nasional yang kala itu pelakunya adalah para pemuda, pelajar dan mahasiswa. Pada waktu itu pers sebagai alat yang menyebarkan ide-ide perubahan yang menitik beratkan pada kesadaran rakyat akan pentingnya sebuah kemerdekaan. Salah satunya Hindia Putra (1908), Jong Java (1914), Oesaha  Pemoeda (1923) dan Soeara Indonesia Moeda (1938) yang secara gigih konsekuen atas keperpihakan pada perjuangan kemerdekaan.

Jumat, 03 Mei 2013

Segenap pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Metamorfosa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengucapkan : Selamat dan sukses kepada Dr. Susy Yunita Prabawati, M.Si sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Semoga bisa membawa Fakultas Sains dan Teknologi UIN SUKA lebih baik. Amin.





Redaksi LPM METAMORFOSA

Segenap pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Metamorfosa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengucapkan : Selamat dan sukses atas dilantik-nya  Bapak Joko Purwanto, M.Sc, sebagai Kaprodi Pendidikan Fisika periode 2012-2016. Semoga amanah-nya bisa dijalankan dengan baik untuk kemajuan prodi pendidikan fisika. Amin.





Redaksi LPM METAMORFOSA