Mereka tidak benar benar mengerti
Risau angin yang berhembus dari
sabang sampai merauke
Melintasi ribuan kilometer tanah dan
air
Berhembus sambil mendengus aroma
hangus
Mereka tidak benar benar mengerti
Gejolak ombak di sisi pantai yang membentang
Siap menerjang, meski karang
menghadang
Tak gentar, siap meradang
Mereka tidak benar benar mengerti
Intan-intan berlian yang brilian
Bersembunyi dalam lautan pikiran
Pada setiap purnamanya rembulan
Mereka tidak benar benar mengerti
Gelora api membara dimana-mana
Membahana di setiap sudut kota
Hingga mampu meruntuhkan raja dari
atas singgasana
Mereka tidak benar benar mengerti
Ikatan dalam dunia semut
Bisa mengamuk tapi juga lembut
Tergantung lidah yang bermulut
Tidak, mereka tidak akan pernah
mengerti.
kecuali hanya gedung-gedung berlinang senja,
kecuali hanya gedung-gedung berlinang senja,
Yang di dalamnya tersaji wangi bunga
Asmara, hanya nafsu belaka
Tidak, mereka tidak akan pernah
mengerti.
Kecuali aroma rempah-rempahnya,
gemuk ikan di sisi pantai,
gemah ripah loh jinawih slogannya yang nyata di depan mata mereka
gemah ripah loh jinawih slogannya yang nyata di depan mata mereka
Mereka tidak benar benar mengerti
Dan tidak akan pernah mengerti
Makna tirai bangsaku.
Black Stone Coffee,
Yogyakarta, 14 Mei 2013
RSS Feed
Twitter
6/25/2013 05:33:00 AM
Unknown

