Senin, 27 Mei 2013

Awal minggu ini redaksi LPM Metamorfosa akan menyikapi bagaimana dan kenapa seorang astronot yang hidupnya di luar angkasa harus atau bahkan wajib memakai pelindung yaitu baju dinas putih disaat mereka para astronot sedang melakukan tugas. Pentingnya baju astronot ketika mereka siaga mencari tahu berbagai kerahasian alam raya ini. Sampai sekarang masih menjadi tekaki-teki kehidupan para astronomi untuk membuktikan bahwa keingintahuan mereka akan terbuktikan dengan cara-cara para astronot untuk membuktikan rahasia alam ini. Perlu kita ketahui bahwasaanya hidup keseharian mereka berbeda dengan para manusia yang hidupnya hanya di bumi yang kerjaannya bekerja, makan dan tidur untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Para astronot hidupnya selalu dalam keingin tahuan mencari kebenaran untuk memenuhi kebutuhan pikirannya yang selalu ingin tahu. “Aku tidak punya bakat khusus. Aku hanyalah orang yang yang penasaran”, tandasnya Albert Einstien.
Kembali ke astronot, para astronot ketika sedang beraksi mereka memakai baju putih, karena baju yang digunakan memiliki fungsi tertentu. Fungsi baju para astronot bewarna putih salah satunya bahwa untuk mnghadapi ancaman radiasi yang berbahaya dari cahaya matahari secara langsung, karena melihat radiasi tersebut tidak kesaring oleh atsmosfer sperti ketika di bumi. cahaya matahari yang menuju kebumi melewati atsmosfer bumi. Dengan karena itu baju dinas seorang astronot didesain sedemikian dengan memaksimalkan fungsinya untuk mencegah radiasi yang berbahaya tersebut yang akan menjamah atau menyentuh tubuh astronot. Pada ayat al-qur’an menerangkan bahwa segala sesuatu yang diciptakannya sudah ada ukurannya. Oleh krena itu, berbagai spektrum memiliki fungsi tersendiri. Terlihat bahwa pada QS. Al-Qamar, ayat 49 bahwa:
$¯RÎ) ¨@ä. >äóÓx« çm»oYø)n=yz 9ys)Î/                                                         ÇÍÒÈ      
Artinya: “sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, (QS. Al-Qamar: 49).”
Setiap bahan yang digunakan untuk baju dinas seorang astronot memiliki respon tertentu terhadap radiasi yang berbahaya. Salah satu jika suatu bahan besifat memantulkan radiasi spektrum merah dan menyerap radiasi lainnya, maka bahan tersebut akan terlihat berwarna merah dimata manusia. Prinsip yang sama juga berlaku pada masing-masing spektrum lainnya seperti kuning, hijau, dan biru. Kemudian ketika suatu bahan yang tidak memantulkan semua radiasi, maka yang terjadi bahan tersebut akan tampak hitam pada mata manusia. Ketika kondisi gelap tanpa cahaya, warna yang tampak dan yang diterima oleh mata manusia adalah semuanya hitam. Karena tidak da radiasi cahaya yang dapat memantulkan cahaya kepada mata manusia maka yang terjadi pada mata tersebut tidak dapat melihat apapun. Contoh sederhana ketika kita masuk dalam suatu ruangan tanpa ada cahaya sedikit apapun maka yang terjadi adalah kita dalam kondisi buta atau tidak dapat melihat apapun apa yang ada di sekitar kita.
Kenapa harus berwarna putih untuk menjadi baju dinas seorang astronot?. Alasan memakai warna putih bahwasanya warna putih memiliki fungsi yang bersifat memantulkan semua radiasi. Radiasi yang sangat berbahaya tersebut tidak akan mengalami penjamahan terhadap tubuh astronot, melainkan radiasi tersebut akan terpantulkan lagi keluar angkasa. Begitupun juga fungsi terhadap para astronot sendiri, dengan bahan yang warnanya putih berfungsi untuk tetap menghangatkan tubuh astronot tersebut. Karena radiasi yang dipancarkan oleh tubuh astronot itu sendiri akan kembali ke dalam dan tidak terpantulkan keluar angkasa, yang pasti tubuh astronot itu sendiri tetap aman meskipun ada gangguan radiasi dari luar.
Baju dinas yang digunakan oleh astronot atau lebih kenalnya baju antariksa NASA yang memiliki nama Extravehicular Mobility Unit (EMU) dilengkapi dengan:
1.                  Helm. Sebagai pelindung kepala astronot agar tidak terkena oleh sinar matahari, radiasi sinar kosmis, partikel yang bermuatan, dan lain sebagainya.
2.                  Sarung tangan dan sepatu boot. Sebagai pelindung tangan dan kaki seorang astronot.
3.                  perangkat  primary life-support system. Sebagai penyediaan oksigen, pengaturan tekanan udara, dan kelembaman. Perangkat ini didesain berbentuk tas punggung.
4.                  Radio komunikasi. Sebagai alat komunikasi para astronot saat diluar angkasa. Kita ketahui bahwa dalam ruang hampa udara tidak ada gelombang suara untuk menghantarkan suara.
Kontemporer awal minggu ini pada akhir bulan mei 2013 memiliki kajian luar biasa yang perlu diketahui oleh semua umat manusia. Semoga pengetahuan ini dapat bermanfaat oleh semua manusia baik itu orang sains maupun orang awam pada umumnya. (Mas Allam, Redaksi).



1 komentar:

Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa