Sabtu, 09 November 2013

Sosialisai UU Kelompok Studi Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi

Jum’at (19/09), Agenda kegiatan SEMA Fakultas Sains Dan Teknologi mengadakan sosialisasi UU kelompok studi mahasiswa Fakultas. Acara yang berlangsung mulai jam 10.00 WIB di Treatrikal Fakultas Sains Dan Teknologi ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari masing-masing kelompok studi fakultas, kelompok studi program studi, dan perwakilan masing-masing LKM Fakultas. Pada agenda ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan III, serta Kabag Tata Usaha.
Dalam acara ini, selaku kabag TU yaitu Budhi Susilawati,  menerangkan bagaimana alur  pengajuan proposal ke fakultas serta tanya jawab kendala-kendala yang dialami mahasiswa saat mengajukan proposal.Adanya undang-undang baru ini dimaksudkan agar keberadaan kelompok studi di Fakultas Sains Dan Teknologi menjadi tertib dan tepat sasaran. Sehingga dari tujuan sosialisasi ini SEMA-FST bisa menjalankan tugasnya sebagai badan legislative dengan tepat dan benar terutama dalam hal control anggaran.

Menurut sumber tercatat ada 6 kelompok studi fakultas dan 25 kelompok studi Prodi dibawah control SEMA-FST. Kebijakan baru SEMA-FST dimulai dengan pendataan dan verifikasi data yang harus dikumpulkan selambat-lambatnya sampai akhir november 2013. Apabila kelompok studi prodi dan fakultas tidak melaksanakan hal tersebut, maka keberadaan kelompok studi ini dianggap tidak ada. [Mala-Meta]
Higgs Boson “Partikel Tuhan”
Sejarah  sains dimata dunia mendapat penemuan yang selalu baru. Penemuan partikel Tuhan menjadi tonggak sejarah perkembangan fisika partikel. Sebuah atom selama ini dikenal memiliki komposisi yang terdiri dari proton (bermuatan positif), elektron (bermuatan negatif), dan neutron (bermuatan netral). Tapi kini ada lagi tambahan yaitu Higgs-Boson. Sebelumnya telah ditemukan partikel yang mirip Higgs Boson pada Selasa, 3 Juli 2012, kemudian pada Kamis (14/3/2013) Dalam konferensi Rencontres de Moriond di Italia , ilmuwan akhirnya mengonfirmasi bahwa partikel yang ditemukan memang Higgs Boson. Penelitian Higgs Boson ini dilakukan oleh Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN).
apa itu Higgs-Boson?
Higgs Boson adalah Sebuah partikel yang membentuk sebuah obyek, baik itu molekul, sebutir apel, sebuah kereta, hingga sesosok manusia, dia adalah massa. Wikipedia menerangkan, Higgs Boson adalah partikel dasar masif hipotetis yang diperkirakan ada sesuai Model Standar (MS) fisika partikel. Secara teoritis, ada dua ciri utama Higgs Boson. Pertama, partikel tersebut harus memiliki spin nol. Spin menyatakan momentum. Kedua, parity (keseimbangan, keadaan sama) yang menyatakan bagaimana cermin partikel berperilaku dalam fisika kuantum harus positif.
Munculnya nama partikel Tuhan berawal dari pernyataan fisikawan Leon Lederman dalam buku berjudul God Particle: If Universe is the Answer, what is the question?. Awalnya fisikawan Amerika itu menyebutnya goddamn particle. Tapi editor buku Lederman menolaknya, jadilah god particle. Peletak dasar teori partikel Tuhan, yaitu Peter Higgs, menolak penamaan itu. Sebab pria 83 tahun itu adalah seorang atheis. Jadi sebenarnya tidak ada nuansa agama dalam partikel ini.
Higgs Boson atau partikel Tuhan ini dapat memunculkan teori-teori baru dimana manusia bisa menghilang dan menembus waktu. jika ada perlakuan khusus yang bisa memanipulasi medan di sekitar partikel secara lokal. Maka bisa terjadi sebuah obyek menghilang, Jika medan partikel Higgs-Boson dimanipulasi dalam area yang besar sehingga memiliki energi, maka akan terjadi energi gravitasi yang repulsif. Akibatnya, wilayah-wilayah di alam semesta ini akan bergerak cepat dan memindahkan barang-barang lebih cepat daripada cahaya, sehingga memungkinkan manusia  menembus waktu. Partikel Tuhan ini bahkan diyakini bisa menjelaskan terciptanya alam semesta, (sumber : kompas.com; Tempo.co). [Mala-Meta]




SETETES KERINGAT UNTUK BANGSA
Oleh : Elvanisa Ayu M

Terbit mentari membelokkan asa
Menyinari Indonesia yang kian usang
Embun pagi menetes sendu
Mengantarkan sukma pada segores kekhawatiran

Bagaimana bangsaku
Bangsamu
Bangsa kita
Akan berjaya lagi

Hai insan yang mengaku agen perubahan
Tanah air belum lagi melihat titik-titik perjuanganmu
Tetesan-tetesan keringatmu
Hanya cerca, hanya maki
Hanya kritik yang acap kali terdengar

Adakah pemahamanmu untuk hardikmu itu?
Adakah pencerahan untuk setiap bait kata pahit yang kau lontarka?
Sadarlah wahai anak negeri
Amarahmu tak mampu lindungi bangsa ini
Berdirilah


KESETIMBANGAN JIWA SOSIAL REVERSIBEL AKADEMIS
...Kruwak



id.wikipedia.org

Meta(8/10), Seorang Tholibul ‘ilm dari awal pemberangkatan sampai tujuan sudah meniatkan dalam dirinya untuk belajar-walau beberapa individu berangkat tanpa niat yang jelas. Tholibul ‘ilm dalam hal ini adalah mahasiswa. Mahasiswa yang menempuh di bangku perguruan tinggisecara tidak sadar akan menumbuhkan pola pikir yang ke-Akademisan hingga menjadi tolak ukur, walau pemahaman yang muncul kemudian adalah ambigu.Ke-Akademisan inipun diperkuat oleh mahasiswa eksakta. Dilihat dari prospek dan kebiasaan yang dilalui sehari-hari oleh mahasiswa eksakta yang berkutak pada angka-angka dan rumus-rumus sehingga mengakibatkan mahasiswa cenderung pasif dan asumsi –benar atau tidak- yang tampak kemudian adalah sikap individulis, menutup diri, kurang membaur, sulit diajak komunikasi dan sebagainya.
            Dari realita inilah, maka dalam wacana diskusi yang kalut dan lumayan memakan waktu untuk menemukan titik temu didapat sebuah kerangka acuan untuk mengungkap sisi lain dari seorang mahasiswa eksakta yang berada di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan lebih tepatnya adalah mahasiswa Sains dan Teknologi.
            Dilihat dari latar belakang pendidikanya pun, mahasiswa Saintek memang kurang mengenal tentang realitas sosial. Mereka hanya akan tau kewajiban dan berusaha memenuhi kewajiban itu sendiri dengan patuh dan tanpa rasa kurang peka dengan lingkungan disekitar. Kurangnya interaksi antar sesama juga akan memicu terjadinya kekurangan jiwa sosial yang memang sulit dicanangkan pada mahasiswa Saintek. Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya mahasiswa Saintek fokus pada prestasi belajar sebagai salah satu idealisme seorang akademis itu sendiri. Ketika dipikir ulang, kontruks idealis seperti ini dalam banyak kesempatan akan menimbulkan cercaan pedas dari banyak kalangan, bahkan bisa dianggap suatu idealis yang muhal dengan sifat keduniaan yang dijadikan targer oleh mahasiska akademis. Sering kita temui, banyak mahasiswa yang mendapat prestasi gemilang ketika menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi malah menjadi endapan di masyarakat yang tidak hanya merugikan diri sendiri dan keluarga, akan tetapi masyarakat juga menerima imbas dari produk yang mereka ciptakan dan dibangun semasa kuliah. Inilah akibat kurangnya relasi yang dikembangkan oleh mahasiwa untuk menemukan jiwa kesosialan berikut manifestasi keilmuan.
            Idealnya, mahasiswa Saintek jika mengaplikasikan sikap ilmiahnya pada kehidupan sosial maka akan menampakkan sikap kritis yang ountentik. Akan tetapi sangat disayangkan jika pada kenyataanya mahasiswa saintek bersikap apatis dan tidak mau tau kehidupan lingkungan. Sebetulnya, pola pikir mahasiswa Saintek sudah baik. Seperti; nalar yang empiris, rasional, logis dan ilmiah. Problemnya selanjutnya sangat komplek karena yang menjadi kajian lanjutan adalah menyikapi masing-masing pribadi yang belum menumbuhkan sikap kritis dan kurang memanfaatkan konsep yang diperoleh di kelas untuk direalisasikan dan implementasikan pada kenyataan hidup yang merupakan tantangan tersendiri bagi seorang mahasiwa sebagai kaum intelektual, agen perubahan, kontrol masyarakat dan yang sangat diharapkan di tengah-tengah masyarakat untuk membantu persoalan bangsa, menjawab tantangan globalisai dan medernisasi lewat apa yang mereka diskripsikan semasa di perguruan tinggi.
            Untuk memperoleh Aufklarung dari kebimbangan ini, Crew-Meta melakukan wawancara kepada salah seorang dosen di Prodi Kimia, Imelda Fajriyati, M.Si. Dari diskusi bersama beliau disela-sela kesibukannya menuturkan “sikap kritis bisa ada atau tampak itu ada dua faktor, pribadi dan lingkungan. Jika pribadi seorang mahasiswa Saintek bisa bersikap terbuka dan mau bembaur, maka proses sosialisasi sudah bisa diamalkan. Sebaliknya, jika individualis maka yang akan ditemui adalah kekakuan dalam bergaul. Yang kedua lingkungan yang proporsional. Lingkungan yang proporsional juga sangat diperhitungkan dalam menumbuhkan sikap kritis mahasiswa Saintek, walau individu yang sebelumnya tertutup jika menemui lingkungan yang familiar maka akan merangsang nalar untuk menimbulkan reaksi-reaksi yang tidak diperhitungkan. Bisa juga lingkungan yang kurang mendukung akan mengakibatkan seorang mahasiswa mengalami kemunduran, walaupun mental dan kepribadian mantap jika dihadapkan pada suatu lingkungan yang kurang reversibel bisa mengakibatkan kekakuan dalam bersikap dan berpikir hingga terbentuk pola pikir yang irreversibel”. Dalam interpretasi pribadi ada dua pengertian yang bisa dipahami. Pertama ekstofet, yaitu seseorang yang suka bergaul, membuka diri kepada sekitar dan mampu bersosialisasi. Yang kedua adalah  introfet, yaitu pribadi yang pasif, tertututp dan cenderung mengisolasi diri dari lingkungan. Sehingga akan muncul nilai kompromi dengan lingkungan yang akan menentukan arah ketertarikan mahasiswa saintek untuk berpetualang dalam ranah sosial kemasyarakatan dan kebangsaan.
             Dalam kesempatan kali ini, nara sumber banyak memberikan penjelasan yang terperinci mengenai sikap yang harus diambil. “Untuk sikap dosen sendiri mengenai mahasiswa Saintek adalah mengajar sebaik-baiknya, membuat mahasiswa mengusai materi yang telah disampaikan karena tugas seorang dosen adalah mengajar dan membekali mahasiswa hadt skill dengan memberikan tugas-tugas akademis, sedangkan untuk soft skillnya mahasiswa bisa memperoleh dari luar kelas atau pengaplikasian dari apa yang didapat di dalam kelas”. Papar Ibu Imelda saat ditanya mengenai pandangan dosen terhadap mahasiswa Saintek terkait hal di atas.
            Menyikapi problem mahasiswa yang pasif, kurang mampu bersosialisa dan bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar hingga membutakan penglihatan serta kepekaan yang lemah mengakibatkan nalar kritis sains tidak bisa diimplementasikan secara pantas dan mengalami pola pikir yang entropi membtuhkan penanganan jitu agar mahasiswa sebagai pelanggan bisa membeli solusi yang diharapkan bisa mengatasi persoalan mumet ini agar supaya jiwa sosial menjadi azas di tengah-tengah saintisme. Jiwa sosial sangat ditekankan dalam diri seorang saintis atau eksakta untuk mengawal pergerakan bangsa yang membutuhkan perhatian lebih atas gejolak yang terjadi pada jajaran birokrat hingga rakyat. Penekanan jiwa sosial ini tidak membabi buta, akan tetapi mahasiswa mampu menyeimbangkan jiwa sosial dan akademis. Bisa ditarik benang harkat (pergerakan) untuk menetralkan antara sosial dan akademis dengan jawaban masing-masing pribadilah yang akan menentukan gerak progres dan lingkungan sebagai wahana transformasi keilmuan demi terwujudnya tatanan mahasiswa eksakta yang sosialis.
Lain halnya ketika mahasiswa dimintai pendapat tentang sosial akademis seperti yang ditutrkan Andi Prodi Matematika semester-7 berikut. “Mungkin yang perlu disoroti dari mahasiswa saintek adalah sikap pragmatis. Pragmatis salah satu pola sikap yang belakangan ini sering manjadi lontaran kemarahan seorang –sebut saja- arif juga tidak luput mengakar pada mahasiswa. Begitupun insan eksakta yang makin terbentuk sifat konsumtifnya melalui lembaga yang diberi nama akademis untuk mencetak prodak siap saji dikandangkan dan dikoloni darah daging sendiri sesuai skenario westernisasi”. Andi menambahkan bahwa jiwa sosial tumbuh tidak harus aktif dalam banyak kegiatan atau aktif diorganisasi, lokus kampus, kelas atau sekumpulan kecil sekalipun jika di dalamnya terjadi suatu gejolak sistem pergerakan yang masif juga akan mampu mendobrak jiwa sosial yang bisa lebih besar dan menciptakan gelombang tranfensal untuk mengawal bangsa.

            Konklusi harapan yang ideal adalah; pertama, sebagai Tholibul ‘ilm mahasiswa tetap dengan kewajibannya sebagai insan pergerakan akademik. Kedua, apa yang diperoleh dari kelas berupa hadt skill mampu diamalkan hingga membuahkan amal sholeh yang bermanfaat dan barokah. Terakhir, agar tidak berkutat pada angka-angka dan rumus-rumus saja mahasiswa Saintek harus mengasah kemampuan soft skill melalui aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan baik di atmosfer kampus sendiri hingga rimba yang sangat komplek yaitu bangsa. Untuk itu kesetimbangan sosial dan reversibel akademis sangat menentukan neuklous pergerakan bangsa inteletual yang rahmatal lil alamin.[Ef,crew]


crew LPM Metamorfosa FST UIN SUKA

Jumat, 20 September 2013

Kebijakan UU Senat

Sosialisai Undang-Undang Senat Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dilakukan pada hari kamis 19/09/2013. Acara berlangsung di Treatikal Fakultas Sains dan Teknologi. Adanya tujuan Undang-Undang Senat tersebut agar terciptanya ketertiban organisasi di lingkungan Fakultas Saintek. Undang-Undang ini pertama kali dibuat oleh pengurus Senat dan disahkan oleh Wakil Dekan bagian kemahasiswaan yang ditujukan ke masing-masing Study Club.

Pada sosialisasi UU ini, senat mengundang wakil dekan bagian kemahasiswaan dan Kasubag TU. Murtono menyarankan Studi Club yang ada di lingkungan fakultas ini agar tetap bisa berkembang dan berkreativitas. Hal tersebut sinergi dengan maksud dan tujuan adanya UU Study Club. “Study Club sebagai lembaga keorganisasian mahasiswa harus mampu mewadahi partisipasi warga kampus. Tanggung jawab tersebut membutuhkan adanya UU yang mengikat dari Senat”. Tandas Wakil Dekan Bagian Kemahasiswaan.


Kurang lebih dari 25 study club menyambut baik adanya inisiatif senat ini. Hal ini  terlihat dari antusias dari jajaran pengurus SC yang berebut unjuk tangan berusaha untuk menanggapi permasalahan terkait SC saat ini yang secara langsung dipaparkan oleh Sholikul Anwarudin, selaku Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi 2013-2014. SC yang mengikuti sosialiasasi tersebut memiliki keberatan yang berbeda adanya UU yang dirasa menekan kepengurusannya. Ini terlihat beberapa SC masih dibawah HIMA-Prodi dan dibawah naungan Senat itu sendiri. Senat Fakultas menertibkannya pun karena memiliki landasan, yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berada di KBMU. (Allam, Sofyan)

Kamis, 19 September 2013

Merebaknya antusias mahasiswa terhadap organisasi
Oleh : Mas Allam*

Antusias mahasiswa terhadap organisasi dapat kita lihat pada selesai Oreantasi Pengenalan Akademik dan Mahasiswa (OPAK) dan Sosial Pembelajaran (SOSPEM) telah usai. Di saat para mahasiswa baru mulai sibuk dengan mata kuliah yang baru, dimana mahasiswa lama sedang sibuk membuka stand pendaftaran yang tujuannya merekrutmen anggota baru buat penerus dan kaderisasi organisasi tersebut. Mereka sibuk dengan hajatan-hajatan yang memiliki misi mengajak mahasiswa baru untuk berorganisasi.

Sering terlihat kebiaaan para mahasiswa-mahasiswa pada tahun ajaran baru membuka stand pendaftaran untuk merekruitmen anggota baru untuk kebutuhan organisasinya. Seakan-akan ini menjadi suatu budaya para mahasiswa UIN yang mereka suka dengan dunia organisasi. Tidak perlu kita mempermasalahkan hal ini, mahasiswa yang sadar dengan sosial pasti akan memilih untuk berorganisasi, mahasiswa yang tidak sadar organisasi pasti akan memilih untuk tidak berorganisasi. Baik itu ada keinginan dari mahasiswanya sendiri maupun pengaruh dari mahasiswa yang lama untuk bersosial tinggi.

Terkadang ada yang memiliki persepsi bahwa apa toh manfaat dari organisasi?.. organisasi Itu hanya membuang-buang waktu kuliah dan nantinya bikin lulus lama. Itu hanya sebagai wejangan para orang-orang yang tidak pernah merasakan proses organisasi saja. Dan mungkin juga itu orang yang merasa selama diorganisasi merasa tersingkirkan. Itulah sedikit penyakit para mahasiswa yang apatis dengan organisasi. Paling tidak sebagai mahasiswa kita harus memiliki sikap kritis, sikap dimana sebgai seorang mahasiswa mau bertanya-tanya dan berfikir ilmiah.

Sadarkan kita sebagai seorang mahasiswa, sadarkan kita sebagai orang yang sadar dengan keadaan sekitar kita, sadarkan kita sebagai orang yang mau berfikir. Ketika dari semua itu kita bisa memahami dan sadar tidak ada hal yang menjadi permasalahan kita mau ikut organisasi maupun tidak. Kita dapat mengetahui keberadaan kita, dimana kita sekarang berada dan kita dapat berfikir kritis. Kritis dengan semua hal.

Sikap terhadap organisasi.

Melihat sejarah seorang demonstran dari kalangan mahasiswa sebut saja soe hogie, lebih akrabnya dipanggil Gie yang dulunya salah satu mahasiswa yang memobilisasi dan tergabung dengan organisasi KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) yang didalamnya terdiri dari organisasi Ekstra dan Intra, salah satunya BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) seluruh indonesia, yang dibantu oleh Pers mahasiswa. Pada waktu itu pengayoman pemerintah terhadap rakyat yang sudah tidak memihak oleh rakyat itu sendiri. Dari problematika tersebut Muncullah organisasi dari kalangan tersebut.

Sebagai Agen of Change dan Control Social of Change, kita harus memiliki sikap yang nyata terhadap keadaan seperti ini. Bagaimanapun mahasiswa harus sadar dengan keadaan dan kondisi seperti ini. Sebagai orang intelektual kita harus siap dan berani untuk bertindak dan melawan semua keputusan yang hanya memihak  demi kepentingan para birokrasi yang tidak jelas. Semoga dengan hal ini kita bisa sadar apa itu manfaat untuk ikut bisa Berorganisasi.


Selamat Bagi Mahasiswa Yang Meluangkan Waktunya Untuk Bisa Organisasi.

Selasa, 10 September 2013

Syawalan Sebagai Wujud Jalinan Tali Silaturrahmi

Selasa, 10/09/2013. Syawalan yang diselenggarakan HIMA Prodi Pendidikan Biologi & Biologi yang diadakan di treatikal Fakultas Sains dan Teknologi berlangsung lancar, (07/09). Dengan tujuan menjalin hubungan silaturrahmi antar mahasiswa, Dosen dan Jajaran Birokrasi. Bentuk kegiatan yang selalu dilakukan oleh penguurus HIMA disetiap lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini adalah salah satu budaya yang masih dibangun pada kalangan mahasiswa yang masih dilakukan. salah satunya HIMA Prodi Pendidikan Biologi yang diketuai Sofwatul Mala & HIMA Biologi diketuai Siti Wilda Sholihatun Na'im.


Dengan harapan mengundang jajaran LKM dan tentunya birokrasi Program Studi, Sofwatul Mala sebagai ketua HIMA Prodi sudah mengundang yaitu tamu undangan mulai dari dekan sampai dosen prodi, kemudian LKM (dilingkungan Fakultas Saintek UIN SUKA, Red) yg lain juga ikut diundang. "Kaprodi tentunya diundang, tetapi berhubungan dengan persiapan akreditasi jadi beliau tidak bisa datang", Ucap Mala.

Minggu, 08 September 2013

Rabu, 17 Juli 2013

STRUKTUR PENGURUS LPM METAMORFOSA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013-2014



*Dewan Pembina :
1.       Ali Sugeng Riyadi.
2.       Siti Fatika Alim

*Pemimpin Umum :
 Mohammad Allamul Huda.

*Pemimpin Redaksi :
 Isti Rahayu.

*Sekretaris :
 Muchammad Badrus Surur

*Bendahara :
 Yeni Ika Septyana.

*Redaktur Pelaksana :
1.         Arifatun Nisa
2.         Elvanisa Ayu Muhsina

*Layouter :
1.         Ahmad Priadi
2.        Taufiq Kurniawan

*Departemen Perusahaan :
1.        Izzatillah Safitrie
2.        Efendi


*Departemen Penelitian dan :

 Pengembangan
1.        Hanny Elisyah
2.         Shofwatul Mala

*Departemen Jaringan :
1.         Nurhayati Rohimah
2.         Rima Fitri Amprianti

*Repoter :

  ^CREW LPM Metamorfosa yang memiliki ID PERS Metamorfosa atau surat tugas dari PEMIMPIN REDAKSI.

Rabu, 10 Juli 2013

Nasihat Untuk Pujangga
*Oleh: zaini kurniawan Pendidikan Matematika 2012 UIN SUKA




Celah tinta setitik mencair di dalam kegelapan
Seakan-akan terbias oleh kemunafikan
Tak terlihat
Tak terdengar
Seperti binatang tak berupa


Dengarlah wahai penguasa

Tetesan darah yang keluar dari jerit tangis ciptaan tak berdaya
Menggenggam sejuta impian imajinasi kosong
Membuat goresan luka di dada


Dengarlah wahai penguasa

Hiduplah sebagai orang bijak
Tentukan jalan dengan domino
Janganlah hidup bagaikan joker yang melindas tanpa ampun


Rintihan ini kan selalu menggema dalam alunan udara

Sampai nafsu harta tidak lagi menjadi juara
Sampai nafsu kekuasaan tidak lagi menjadi agenda

Kertas putihpun akan selalu terkibar
Menyelimuti awan hujan yang terpampang
Hingga Pembuka hidanganpun terselipkan
Menggapai sinar surya yang tak berhenti bersinarBenderang


Selasa, 09 Juli 2013

Tentang Lembaga Pers Mahasiswa Metamorfosa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Nama
Organisasi ini bernama Lembaga Pers Mahasiswa Metamorfosa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Waktu dan Tempat Kedudukan
LPM Metamorfosa didirikan di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada bulan Oktober 2009 dan berkedudukan di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Identitas
LPM Metamorfosa mengorganisasikan mahasiswa yang memiliki obyektivitas pada nilai-nilai kebenaran.

Logo


Visi
Mengembangkan anggota LPM Metamorfosa menjadi seorang jurnalis yang kritis, humanis, dan progesif dalam kerangka kekeluargaan.

Misi
a.     Menjalankan fungsi kontrol sosial.
b.    Melakukan kajian-kajian kebijakan di tingkat fakultas, universitas, nasional, dan internasional (organisasi belajar).
c.     Mengembangkan karakteristik yang humanis dan praktis (verbalis dan aktivis).
d.    Membangun jaringan kerja dan komunikasi antar pers mahasiswa dengan mengembangkan profesionalitas.

Usaha
a.    Penyediaan LPM dan pengelolaan sistem informasi secara terbuka dalam rangka memperkuat dan mengefisienkan interaksi antara seluruh jajaran pemimpin Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
b.    Mendorong kerjasama yang bersifat sukarela antara lembaga kemahasiswaan guna mengintegrasikan pendekatan partisipasi dalam progam/ kegiatan kemahasiswaan.
c.    Mengembangkan potensi kreatif keilmuan yang religius dan humanis.

Sifat
Metamorfosa bersifat terbuka, independen, dan kekeluargaan.

Asas
METAMORFOSA berasaskan Pancasila

Ideologi
Metamorfosa berideologi nasionalis religius


Keanggotaan
Anggota LPM Metamorfosa adalah seluruh mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kepengurusan
Kepengurusan LPM Metamorfosa terdiri dari:
a.    Pengurus harian.
b.    Anggota (mahasiswa yang mendaftar dan dinyatakan lulus dalam rangkaian acara pelatihan jurnalistik dan rekrutmen yang dilakukan oleh Metamorfosa).


Senin, 01 Juli 2013

Senin, 01 juli 2013. Setelah melaksanakan tugas mengadakan acara pemilwa KPUM-F Sains dan teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan tugas terakhir. Tugas terakhir tersebut adalah Konferensi Mahasiswa Fakultas (KMF) yang dilaksanakan di Wisma Randik jalan Timoho. Acara yang diselenggarakan berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.
Pada acara ini  MURTONO, Drs., M.Si selaku Wakil Dekan bidang kemahasiswaan turut hadir. Menyampaikan beberapa hal terkait amanat yang akan dilakukan oleh SEMA-F, DEMA-F, dan HIMA-Prodi, Agar mereka benar-benar menjalankan tugas masing-masing sesuai tanggung jawabnya. Pemberitahuan terkait perubahan nama BEM-F menjadi DEMA-F, dan BEM-Prodi menjadi HIMA-Prodi sesuai SK yang diturunkan oleh Rektorat, katanya".

*Reporter : Mas Allam
Senin, 01 Juli 2013. Seusai pemilihan ketua DEMA-F yang sudah dilakukan pada awal bulan juni lalu mereka mendapat kejutan, didatangi oleh tamu dari universitas yang memiliki basic islam yang sama yaitu dari Senat Mahasiswa UIN Bandung.(29/06) Kunjungan oleh senat mahasiswa UIN Bandung tersebut disambut oleh DEMA-F. Dari kunjungan tersebut mereka berbagi cerita tentang kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan.
Meskipun acara sampai sore hari mereka tetap antusias dengan perkenalan dalam kegiatan kunjungan yang disiapkan DEMA-F Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara tersebut bertempat di Treatikal Fakultas Sains dan Teknologi. Dari DEMA-F mempresentasikan kegiatan yang akan dilakukan kedepannya. Sedangkan dari Senat Mahasiswa UIN Bandung mempresentasikan kegiatan yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan.

Pada acara ini seluruh anggota baru DEMA-F hadir untuk meramaikannya sekaligus mempersiapkan kebutuhan acaranya. Hadir pula sebagai tamu undangan oleh ketua SEMA-F sains dan Teknologi yaitu Solikul Anwar yang didampingi oleh sekretarisnya yaitu Azkiya Amalia. Didampingi pula dari Komosi-Komisi SEMA-F itu sendiri yaitu rahmadsyah, Apriadi, dan Isti Rahayu.

(Reporter: Mas Allam) 

Selasa, 25 Juni 2013


*oleh : Amad Gloecossa (A.N.S.)

Mereka tidak benar benar mengerti
Risau angin yang berhembus dari sabang sampai merauke
Melintasi ribuan kilometer tanah dan air
Berhembus sambil mendengus aroma hangus

Mereka tidak benar benar mengerti
Gejolak ombak di sisi pantai yang membentang
Siap menerjang, meski karang menghadang
Tak gentar, siap meradang

Mereka tidak benar benar mengerti
Intan-intan berlian yang brilian
Bersembunyi dalam lautan pikiran
Pada setiap purnamanya rembulan

Mereka tidak benar benar mengerti
Gelora api membara dimana-mana
Membahana di setiap sudut kota
Hingga mampu meruntuhkan raja dari atas singgasana

Mereka tidak benar benar mengerti
Ikatan dalam dunia semut
Bisa mengamuk tapi juga lembut
Tergantung lidah yang bermulut

Tidak, mereka tidak akan pernah mengerti.
kecuali hanya gedung-gedung berlinang senja,
Yang di dalamnya tersaji wangi bunga
Asmara, hanya nafsu belaka

Tidak, mereka tidak akan pernah mengerti.
Kecuali aroma rempah-rempahnya,
gemuk ikan di sisi pantai,
gemah ripah loh jinawih slogannya yang nyata di depan mata mereka

Mereka tidak benar benar mengerti
Dan tidak akan pernah mengerti
Makna tirai bangsaku.

Black Stone Coffee,
Yogyakarta, 14 Mei 2013