Selasa, 23 April 2013


Water Rocket
Oleh Kelompok KH kholil bakalan” (Kelompok opak 2012 Fakultas Sains dan Teknologi)

Inilah yang nantinya dapat kita banggakan calon-calon ilmuan besar yang memiliki basic islami (Saintis Islam), yang awalnya mereka memiliki pemahan dari tokoh ilmu pegetahuan yang memiliki pemikiran yang sangat hebat dan dengan pemahaman seperti itu bahkan mereka memiliki kapabilitas keislaman yang kuat kemudian mereka membuktikan dengan kesadaran mereka alami dan merealisasikan apa yang ada dalam pikiran. Sebuah ruangan yang di dalamnya memiliki jentik-jentik yang akan menjadi penghancur dunia yang ada dalam pikiran mereka yang selalu haus dengan kenikmatan yang di peroleh dan terus selalu di beri stimulus unutuk mengasahnya. Tetapi dengan basic islam yang mereka miliki semoga memiliki kesadaran moral yang tinggi dan toleran yang selalu menjadi pemyempurna ilmu yang dikuasaimnya.
 Eksistensi yang harus dilakukan untuk selalu dipantau maupun yang harus dipertimbangkan lagi adalah wujud bentuk keseriusan mereka untuk mencari kebenaran. Ketika selalu dalam pemantauan kemungkinan akan menjadi suatu panutan ketika seorang saintis dengan basic islami bisa memanfaatkan ilmunya untuk memperbaiki kondisi yang telah menjadi pemahaman yang menakutkan dan selalu menjadi ketakutan. Karena saat itu dengan keobsesian yang tinggi ingin menguasai semua Negara dan dengan menancapkan doktrin ideologis dengan kepuasan untuk menguasainya baik Negara maupun rakyatnya.
Tuntutan kemajuan teknologi merupakan sebagai tugas kita yang memang berbasis sains dan teknologi dalam bidang pemikirannya maupun prakteknya . Salah satunya adalah mempraktekkan teori-teori yang dibuat oleh ilmuan-ilmuan besar yang sangat berpengaruh yang sampai sekarang tetap sebagai panutan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Tidak ada manfaatnya ketika kita tidak mengasah skill kita ketika imajenasi kita selalu muncul tetapi tidak pernah melampiaskan (merealisasikan dengan apa yang ada di fikiran kita dan memafaatkannya) agar bisa dinikmati apalagi tersendat dipikiran kita yang apabila ditimbun terus menerus menjadi busuk. Inilah ruginya manusia ketika punya kemampuan (skill) yang bagus tapi hanya dipendam dan hanya membiarkannya menjangkit dalam fikiran.
Sebagai salah satu yang bisa dikembangkan dengan proses percobaannya bisa memakai alat-alat bekas yang munculnya hanya memang untuk tugas wajib OPAK 2012 SAINS dan TEKNOLOGI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA oleh kelompok KH. Kholil bakalan yang terinspirasi dengan membuat bentuk roket air/ kerennya water rocket because when it fly roket tersebut mencipratkan air. yang perkakasnya meliputi : Pipa air, Karet khusus, tripod sebagai pengarah, penahan, pompa dan selang. Untuk lebih bisa mau kemana arah terbangnya water air ini dengan menggunakan tripod, kalau tidak ingin ribet maka dipegangin sama tangan aja.” Katanya ananto.
Sistem kerjanya memakai pressur air kemudian botol diisi air dibalik ditaruh dipipa yang sudah diberi karet dan botol dipasang terbalik. Karet berfungsi untuk menahan air yang menjadi penahan udara dalam botol dan ketika pressure sudah pas dalam botol penahan tinggal dilepas terbang degh tuch botol, pressure berbanding lurus dengan volume botol. Untuk mencobanya roket air ini di tempat lapangan luas karena kira-kira kalau botol kecil max jarak hanya 15 – 30 m.
Agar tercapainya maksud tujuan untuk mengembangkan sains dan teknologi saat ini adalah suatu hal yang harus ditekankan. Sekarang yang menjadikan kita sadar dengan sains adalah diri kita, harus melek dengan perkembangan yang semakin pesat dan kita semakin terlambat, karena tidak maksimalnya proses yang kita lakukan. Agar bisa tercapainya wujud yang di harapkan perlu permbenahan yang sifatnya adalah kontinu yang nantinya ketika benar-benar dimaksimalkan akan menghasilkan buah yang manis. Hal ini dikarenakan juga salah satunya merupakan kondisi yang unik dan memiliki dimensi yang kompleks. Berbagai kendala selalu ada batasan-batasan yang tidak bisa dipungkiri baik fasilitas maupun cara untuk memperolehnya.
Salah satu yang menjadikan kita sadar adalah bagaimana kita memaksimalkan fasilitas yang ada dengan berbagai cara dapat kita manfaatkan. Salah satunya merupakan mendaur barang bekas dalam konsep yang membuktikan hukum dan teori yang dihasilkan dari pemikir –pemikir ilmu pengetahuan. Semoga dengan apa yang kita liat semoga bisa lebih inovatif dan kreatif dengan segala kekurang maupun kelebihan yang kita punya. Tidak ada hasil yang memuaskan ketika kita tidak memaksimalkan ilmu yang kita punya. (AH)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa