Di tengah hangatnya perbincangan Pemilihan Umum (Pemilu)
2014, STPMD mengadakan kuliah umum bertema “Pemilu 2014 dan Perbaikan Kualitas
Demokrasi Indonesia”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang B1 Pasca Sarjana
Ilmu Pemerintahan STPMD, Sabtu (16/6). Hadir 42 mahasiswa dari berbagai
Universitas di wilayah Yogyakarta termasuk UIN Sunan Kalijaga serta beberapa
dosen. Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan pentingnya tingkat partisiapasi
masyarakat dalam pemilu 2014 mendatang.
Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat
yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil
dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasiladan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Begitu yang diungkapkan Titi
Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (
Perluden) selaku Pemateri. “Tingkat partisipasi pemilih terus menurun dari 92%
pemilu 1999, menjadi 84% pemilu 2004, dan angka 71% pemilu 2009. Secara konsisten
rata-rata penurunan dari tiga periode pemilu sebesar kurang lebih 10 persen,” tambahnya.
Kegiatan tersebut disambut dengan antusias oleh para
peserta yang hadir. Terlihat dari beberapa pertanyaan yang diajukan. Seperti
Wahid, mahasiswa UGM, mengenai pemilu dan rencana kenaikan dana bantuan Negara
untuk partai politik (Parpol) serta transparansi suatu parpol. Juga Nur Hayati,
perwakilan dari UIN angkat bicara mengenai bagaimana cara dan strategi
mensosialisasikan kepada kalangan muda (pemilih pemula) dan kalangan yang sudah
berumur untuk mengetahui pentingnya pergi ke TPS.
Beberapa menit setelah itu, Widodo, dosen STPMD, mengungkapkan
pernyataan yang berbanding terbalik dengan Titi Anggraini yang menyatakan bahwa
setiap masyarakat harus ke TPS karena one
person, one voice, one value. “Saya tidak setuju jikalau masyarakat dipaksa
untuk ke TPS, lebih baik mereka tidak ke TPS dan mempunyai alasan yang rasional
dari pada ke TPS hanya sia-sia asal mencoblos. Artinya jika di paksa ke TPS, di
pertanyakan letak demokrasinya,” ungkapnya disertai pernyataan panjang lainnya.
Pernyataan dari Widodo rupanya tak menghentikan rasa
haus bertanya peserta terkait pemilu dan antek-antek dibelakangnya. Pertanyaan
terus dilontarkan dan pemateri pun selalu menjawab dengan gaya khasnya. Hal ini
menunjukkan bahwa kegiatan kuliah umum bertema “Pemilu 2014 dan Perbaikan
Kualitas Demokrasi Indonesia” ini didukung dan di apresiasi oleh kalangan
mahasiswa maupun dosen. Oleh karena itu, selaku mahasiswa dituntut untuk ikut
serta membantu mensosialisasi pentingnya hak suara seseorang untuk suatu
perubahan.
One Person, One Voice,
One Value (Izza).
RSS Feed
Twitter
6/23/2013 11:13:00 AM
Unknown
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa