Selasa, 25 Juni 2013


*oleh : Amad Gloecossa (A.N.S.)

Mereka tidak benar benar mengerti
Risau angin yang berhembus dari sabang sampai merauke
Melintasi ribuan kilometer tanah dan air
Berhembus sambil mendengus aroma hangus

Mereka tidak benar benar mengerti
Gejolak ombak di sisi pantai yang membentang
Siap menerjang, meski karang menghadang
Tak gentar, siap meradang

Mereka tidak benar benar mengerti
Intan-intan berlian yang brilian
Bersembunyi dalam lautan pikiran
Pada setiap purnamanya rembulan

Mereka tidak benar benar mengerti
Gelora api membara dimana-mana
Membahana di setiap sudut kota
Hingga mampu meruntuhkan raja dari atas singgasana

Mereka tidak benar benar mengerti
Ikatan dalam dunia semut
Bisa mengamuk tapi juga lembut
Tergantung lidah yang bermulut

Tidak, mereka tidak akan pernah mengerti.
kecuali hanya gedung-gedung berlinang senja,
Yang di dalamnya tersaji wangi bunga
Asmara, hanya nafsu belaka

Tidak, mereka tidak akan pernah mengerti.
Kecuali aroma rempah-rempahnya,
gemuk ikan di sisi pantai,
gemah ripah loh jinawih slogannya yang nyata di depan mata mereka

Mereka tidak benar benar mengerti
Dan tidak akan pernah mengerti
Makna tirai bangsaku.

Black Stone Coffee,
Yogyakarta, 14 Mei 2013



1 komentar:

Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa