Oleh: Wahyuni Rahma
Selain
mempunyai lafadz yang indah, Al-Qur’an juga menyimpan
sejuta misteri di balik makna lafadznya. Al-Qur’an
juga ternyata telah
menjelaskan masalah besi. Bahkan, Allah
dengan jelas menjelaskannya dalam salah satu surat yang diberi nama Al-hadiid yang berarti besi.
Tampaknya
aneh, dalam pelajaran teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik,
yaitu besi (Fe= ferrum) bisa menjadi salah satu judul dalam kalamullah
tersebut. Hal ini diperdebatkan dan dianggap sebagai kelemahan Al-Qur’an. Akan tetapi, fakta
yang terungkap justru menambah kemukijizatan Al-Qur’an.
Hal
ini di jelaskan dalam salah satu ayat berikut :
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ
الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا
الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ
اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
(25)
….Dan Kami telah menurunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang
hebat dan berbagai manfaat bagi manusia….Surah al-Hadid;25.
|
Kata anzalnaa yang berarti “kami turunkan” secara kiasan menjelaskan
bahwasannya besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tetapi, ketika
dipertimbangkan makna harfiahnya yakni “secara
bendawi di turunkan dari langit “, kita menyadari bahwa ayat tersebut
memiliki keajaiban ilmiah. Sebab, penemuan astronomi modern telah mengungkap
bahwa logam besi yang berada di bumi berasal dari bintang-bintang raksasa di
angkasa luar.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa logam
berat di alam semesta dibuat dan dihasilkaan dalam inti bintang, tetapi tata
surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara
mandiri. Sehingga besi hanya didapat dalam bintang-bintang yang jauh lebuh
besar dari matahari yang suhu nya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika
jumlah besi pada bintang melampaui batas, maka bintang tidak akan mampu
menanggungnya, maka bintang akan meledak melalui peristiwa “nova” atau “supernova”. Akibatnya meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan
diseluruh alam semesta dan bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami
tarikan oleh gaya gravitasi pada benda angkasa.
Semua ini menujukkan bahwa besi
tidak berasal dari bumi, melainkan dari meteor meteor yang bertaburan. Fakta
ilmiah ini telah diketahui secara ilmiah sejak abad ke-7 ketika Al-Qur’an di turunkan.
Selain itu, ayat tersebut melibatkan dua kode matematika
yang sangat menarik. Surat al-Hadiid (besi) merupakan surat ke-57 di dalam Al-Qur’an. Nilai numerik
huruf-huruf dari kata al-Hadiid jumlahnya 57 dan nomor ini merupakan nomor
massa besi. Selain itu, nilai numerik dari kata “Hadiid”, tanpa penambahan “al”, jumlahnya 26 yang merupakan nomor
atom besi. (As’adi,
muhammad, BuktiKeajaibandan
KebenaranAl-qur’an)
RSS Feed
Twitter
1/10/2014 07:27:00 PM
Unknown
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa