Jumat, 10 Januari 2014


Oleh: Wahyuni Rahma

          Selain mempunyai lafadz yang indah, Al-Qur’an juga menyimpan sejuta misteri di balik makna lafadznya. Al-Qur’an juga ternyata telah menjelaskan masalah besi. Bahkan, Allah dengan jelas menjelaskannya dalam salah satu surat yang diberi nama Al-hadiid yang berarti besi.
Tampaknya aneh, dalam pelajaran teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe= ferrum) bisa menjadi salah satu judul dalam kalamullah tersebut. Hal ini diperdebatkan dan dianggap sebagai kelemahan Al-Quran. Akan tetapi, fakta yang terungkap justru menambah kemukijizatan Al-Qur’an.
Hal ini di jelaskan dalam salah satu ayat berikut :
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (25)

….Dan Kami telah menurunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia….Surah al-Hadid;25. 

            Kata anzalnaa yang berarti “kami turunkan” secara kiasan menjelaskan bahwasannya besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tetapi, ketika dipertimbangkan makna harfiahnya yakni “secara bendawi di turunkan dari langit “, kita menyadari bahwa ayat tersebut memiliki keajaiban ilmiah. Sebab, penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang berada di bumi berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
            Dijelaskan lebih lanjut bahwa logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkaan dalam inti bintang, tetapi tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Sehingga besi hanya didapat dalam bintang-bintang yang jauh lebuh besar dari matahari yang suhu nya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi pada bintang melampaui batas, maka bintang tidak akan mampu menanggungnya, maka bintang akan meledak melalui peristiwa “nova” atau “supernova”. Akibatnya meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan diseluruh alam semesta dan bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi pada benda angkasa.
            Semua ini menujukkan bahwa besi tidak berasal dari bumi, melainkan dari meteor meteor yang bertaburan. Fakta ilmiah ini telah diketahui secara ilmiah sejak abad ke-7 ketika Al-Qur’an di turunkan.
            Selain itu, ayat tersebut melibatkan dua kode matematika yang sangat menarik. Surat al-Hadiid (besi) merupakan surat ke-57 di dalam Al-Qur’an. Nilai numerik huruf-huruf dari kata al-Hadiid jumlahnya 57 dan nomor ini merupakan nomor massa besi. Selain itu, nilai numerik dari kata “Hadiid”, tanpa penambahan “al”, jumlahnya 26 yang merupakan nomor atom besi. (As’adi, muhammad, BuktiKeajaibandan KebenaranAl-qur’an)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa