Sistem
ujian yang digunakan di FST tidak lepas dari peraturan yang diberikan dari
pihak Universitas. Jika kita tengok
pelaksanaan ujian yang telah terlaksana, perubahan sistem pun pernah terjadi.
Dari sistem ujian yang terjadwal, sampai dengan yang tidak terjadwal. Hal ini
menimbulkan banyak persepsi dari beberapa mahasiswa. Baik yang merasa senang,
biasa atau pun kecewa, akibat perubahan sistem ujian yang pernah terjadi. Banyak
mahasiswa yang merasa kecewa karena adanya perubahan sistem ujian. Sitem ujian
berubah dari yang semula terjadwal menjadi tidak terjadwal, dan khirnya kembali
terjadwal lagi.
Menurut
Wakil Dekan 1 (WD1) Drs. Susi Prabawati, M. Si., “Adanya perubahan sistem ujian
dikarenakan keputusan dari PAU (Pusat Akademik Umum) kampus. Perubahan sistem
ujian itu sifatnya kondisional. Jadi di setiap ujian selesai dilaksanakan,
pasti ada suatu evaluasi. Mungkin pada saat ujian dilaksanakan secara tidak
terjadwal itu memang dirasa situasi di kampus sedang tidak memungkinkan untuk
adanya pelaksanaan ujian secara terjadwal. Dari pelaksanaan tersebut, pastinya
ada suaatu evaluasi. Jadi, untuk ujian yang akan datang dan seterusnya, sistem
sudah kembali seperti semula, terjadwal”.
Mengenai
usaha pelaksanaan ujian, pihak FST telah membentuk suatu panitia yang melakukan
suatu kerja berdasar ketetapan yang ada. Kerja dari panitia pun tak akan sukses
jika tidak didukung dengan adanya kerja sama dari pihak lain. Dosen dan
mahasiswa adalah pihak penting yang harus dapat menyukseskan pelaksanaan ujian
yang ada.
“Pelaksanaan
ujian baik UTS ataupun UAS, tidak akan sukses tanpa kerja sama dari semua
pihak. Untuk UAS semester Genap tahun ajaran 2013/2013 pun dari panitia sendiri
telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. Untuk dosen
pengampu mata kuliah pun diwajibkan mengumpulkan soalnya yang akan diujiakan
maksimal seminggu sebelum pelaksanaan ujian, guna adanya penggandaan soal. Jika
batas 3 hari sebelum ujian soal belum diberikan kepada pihak panitia, maka
dosen tersebut berkewajiban untuk menggandakan soal secara mandiri.”, kata Bu
Susi.
“Selain
itu, mahasiswa pun jangan menyepelekan pelaksanaan ujian yang akan datang.
Jangn hal-hal yang sebenarnya tidak ada, dapat merusak dan mengakibatkan
mahasiswa itu sendiri gagal mengikuti ujian. Seperti telat bangun, lupa jadwal,
lupa membawa KRS, dan masih banyak lagi. Untuk dosen juga diwajibkan datang
pada hari pelaksanaan ujian. Hal ini dimaksudkan jika ada suatu yang tidak
jelas terhadap soal, dosen dapat mengklarifikasi dan menjelaskannya pada
mahasiswa. Jadi suksesnya ujian ini adalah karena adanya usaha dari berbagai
pihak. Kita panitia sudah mengupayakan sebaik mungkin, namun dari pihak dosen
dan mahasiswa pun diharapkan dapat membantu dalam upanya penyuksesan ujian di
fakultas.”, tegas Bu Susi.
Drs.
Susi Prabawati, M. Si. berharap agar pelaksanaan UAS yang akan datang dapat
berjalan dengan baik dan lancar. “Ya pastinya harapan untuk pelaksanaan UAS
yang akan datang yaitu semoga dapat berjalan dengan lancar. Jadi dimohon dengan
sangat adanya bantuan dari dosen dan mahasiswa guna mewujudkan hal tersebut.”,
tambah Bu Susi.
Yn-Rf
RSS Feed
Twitter
5/31/2013 06:55:00 AM
Unknown
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa