Oleh: Mas Allam*
Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga dimana ruang belajar dan
berinteraksi untuk proses belajar terjun ke masyarakat. Sebagai miniatur
kehidupan masyarakat tentunya tidak akan terlepas dari peran kampus untuk
mendewasakan para mahasiswanya. Yang akan disoroti yaitu perannya suatu lembaga
pers mahasiswa yang dibangun para mahasiswa sebagai organisasi mahasiswa yang otonom dan
berdiri secara independen bahkan tidak ada interferensi dari pihak manapun.
Perlunya kebebasan pers bagi mahasiswa adalah mengasah sikap kritis mahasiswa
yang seharusnya memberikan ruang seluas-luasnya pada lembaga pers mahasiswa ini
untuk melakukan profesi jurnalistik secara independen sesuai kode etik
jurnalistik yang diatur baik oleh UU Pers no 40 tahun 1999, yang jika suatu saat
ada masalah terkait dengan jurnalistik, diselesaikan secara prosedural sesuai
undang-undang.
Secara historis Lembaga pers mahasiswa lahir se-mainstream dengan
munculnya gerakan kebangkitan nasional yang kala itu pelakunya adalah para
pemuda, pelajar dan mahasiswa. Pada waktu itu pers sebagai alat yang
menyebarkan ide-ide perubahan yang menitik beratkan pada kesadaran rakyat akan
pentingnya sebuah kemerdekaan. Salah satunya Hindia Putra (1908), Jong Java
(1914), Oesaha Pemoeda (1923) dan Soeara
Indonesia Moeda (1938) yang secara gigih konsekuen atas keperpihakan pada
perjuangan kemerdekaan.
Pada masa reformasi pers mahasiswa sangatlah bebas, tidak ada
permasalahan dalam hal apapun, baik itu penerbitan maupun tulisannya. Para
jurnalis bebas dengan apa yang dilakukan selama itu masih dalam koridor kode
etik jurnalistik. Para LPM terkadang bingung dengan eksistensinya sebagai pers
mahasiswa, mahasiswa yang peduli dengan pers hanya sedikit. Bisa dibilang mahasiswa
sekarang yang kritis, sosialis, dan idealis hanya sedikit. Kebanyakan belajar
kuliah yang benar dan cepat selesai sehingga dapat kerjaan itu adalah idealisme
mahasiswa sekarang.
Peran pers mahasiswa yang pasti dipegang oleh para mahasiswa, perannya
sangat penting untuk semuanya. Berbagai banyak kebutuhan untuk proses bangkitnya
pers mahasiswa ini yang perlu menjadi perhatian oleh semua elemen mahasiswa. Peran
pers sangat penting, salah satunya untuk memonitori dan mengkritisi keputusan-keputusan
para birokrasi yang tidak memihak kepada mahasiswa. Perlunya kesadaran penuh
terhadap penguasa untuk lebih baik.
Pers mahasiswa harus kritis, Kritis bukanlah sok tahu dengan
keadaan tetapi peka terhadap keaadan lingkungan dan sekitarnya. Dengan bekal
kritis, tahu mana yang baik mana yang buruk untuk menjadi suatu panutan yang
mengarah kebaikan. Dari sini perlunya kesadaran dari pihak manapun untuk sadar
dengan situasi sebaik-baiknya dan seburuk-buruk apapun yang akan terjadi.
Mengapa harus pers? Kata adalah senjata, ungkapan yang dilontarkan dan
dipopulerkan oleh Subcomandante Marcos yaitu pemimpin sekaligus juru bicara
gerakan Zapatista, Mexico. Dengan kata yang dibungkus secara rapi, terkadang
membuat para pembaca emosi terhadap tulisan yang dimunculkan tersebut. Salah satu
peran pers disini mengajak dan menyadarkan seseorang pembaca untuk peduli
terhadap apa yang terjadi. Sunguh naif ketika tidak ada kepedulian sama sekali
dengan ha-hal tersebut. ( )
RSS Feed
Twitter
5/24/2013 02:41:00 AM
Unknown
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa