Jumat, 24 Mei 2013


Oleh: Mas Allam*

           Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga dimana ruang belajar dan berinteraksi untuk proses belajar terjun ke masyarakat. Sebagai miniatur kehidupan masyarakat tentunya tidak akan terlepas dari peran kampus untuk mendewasakan para mahasiswanya. Yang akan disoroti yaitu perannya suatu lembaga pers mahasiswa yang dibangun para mahasiswa  sebagai organisasi mahasiswa yang otonom dan berdiri secara independen bahkan tidak ada interferensi dari pihak manapun. Perlunya kebebasan pers bagi mahasiswa adalah mengasah sikap kritis mahasiswa yang seharusnya memberikan ruang seluas-luasnya pada lembaga pers mahasiswa ini untuk melakukan profesi jurnalistik secara independen sesuai kode etik jurnalistik yang diatur baik oleh UU Pers no 40 tahun 1999, yang jika suatu saat ada masalah terkait dengan jurnalistik, diselesaikan secara prosedural sesuai undang-undang.
Secara historis Lembaga pers mahasiswa lahir se-mainstream dengan munculnya gerakan kebangkitan nasional yang kala itu pelakunya adalah para pemuda, pelajar dan mahasiswa. Pada waktu itu pers sebagai alat yang menyebarkan ide-ide perubahan yang menitik beratkan pada kesadaran rakyat akan pentingnya sebuah kemerdekaan. Salah satunya Hindia Putra (1908), Jong Java (1914), Oesaha  Pemoeda (1923) dan Soeara Indonesia Moeda (1938) yang secara gigih konsekuen atas keperpihakan pada perjuangan kemerdekaan.

Pada masa reformasi pers mahasiswa sangatlah bebas, tidak ada permasalahan dalam hal apapun, baik itu penerbitan maupun tulisannya. Para jurnalis bebas dengan apa yang dilakukan selama itu masih dalam koridor kode etik jurnalistik. Para LPM terkadang bingung dengan eksistensinya sebagai pers mahasiswa, mahasiswa yang peduli dengan pers hanya sedikit. Bisa dibilang mahasiswa sekarang yang kritis, sosialis, dan idealis hanya sedikit. Kebanyakan belajar kuliah yang benar dan cepat selesai sehingga dapat kerjaan itu adalah idealisme mahasiswa sekarang.
Peran pers mahasiswa yang pasti dipegang oleh para mahasiswa, perannya sangat penting untuk semuanya. Berbagai banyak kebutuhan untuk proses bangkitnya pers mahasiswa ini yang perlu menjadi perhatian oleh semua elemen mahasiswa. Peran pers sangat penting, salah satunya untuk memonitori dan mengkritisi keputusan-keputusan para birokrasi yang tidak memihak kepada mahasiswa. Perlunya kesadaran penuh terhadap penguasa untuk lebih baik.
Pers mahasiswa harus kritis, Kritis bukanlah sok tahu dengan keadaan tetapi peka terhadap keaadan lingkungan dan sekitarnya. Dengan bekal kritis, tahu mana yang baik mana yang buruk untuk menjadi suatu panutan yang mengarah kebaikan. Dari sini perlunya kesadaran dari pihak manapun untuk sadar dengan situasi sebaik-baiknya dan seburuk-buruk apapun yang akan terjadi.
Mengapa harus pers? Kata adalah senjata, ungkapan yang dilontarkan dan dipopulerkan oleh Subcomandante Marcos yaitu pemimpin sekaligus juru bicara gerakan Zapatista, Mexico. Dengan kata yang dibungkus secara rapi, terkadang membuat para pembaca emosi terhadap tulisan yang dimunculkan tersebut. Salah satu peran pers disini mengajak dan menyadarkan seseorang pembaca untuk peduli terhadap apa yang terjadi. Sunguh naif ketika tidak ada kepedulian sama sekali dengan ha-hal tersebut. ( )

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa