Kamis, 19 September 2013

Merebaknya antusias mahasiswa terhadap organisasi
Oleh : Mas Allam*

Antusias mahasiswa terhadap organisasi dapat kita lihat pada selesai Oreantasi Pengenalan Akademik dan Mahasiswa (OPAK) dan Sosial Pembelajaran (SOSPEM) telah usai. Di saat para mahasiswa baru mulai sibuk dengan mata kuliah yang baru, dimana mahasiswa lama sedang sibuk membuka stand pendaftaran yang tujuannya merekrutmen anggota baru buat penerus dan kaderisasi organisasi tersebut. Mereka sibuk dengan hajatan-hajatan yang memiliki misi mengajak mahasiswa baru untuk berorganisasi.

Sering terlihat kebiaaan para mahasiswa-mahasiswa pada tahun ajaran baru membuka stand pendaftaran untuk merekruitmen anggota baru untuk kebutuhan organisasinya. Seakan-akan ini menjadi suatu budaya para mahasiswa UIN yang mereka suka dengan dunia organisasi. Tidak perlu kita mempermasalahkan hal ini, mahasiswa yang sadar dengan sosial pasti akan memilih untuk berorganisasi, mahasiswa yang tidak sadar organisasi pasti akan memilih untuk tidak berorganisasi. Baik itu ada keinginan dari mahasiswanya sendiri maupun pengaruh dari mahasiswa yang lama untuk bersosial tinggi.

Terkadang ada yang memiliki persepsi bahwa apa toh manfaat dari organisasi?.. organisasi Itu hanya membuang-buang waktu kuliah dan nantinya bikin lulus lama. Itu hanya sebagai wejangan para orang-orang yang tidak pernah merasakan proses organisasi saja. Dan mungkin juga itu orang yang merasa selama diorganisasi merasa tersingkirkan. Itulah sedikit penyakit para mahasiswa yang apatis dengan organisasi. Paling tidak sebagai mahasiswa kita harus memiliki sikap kritis, sikap dimana sebgai seorang mahasiswa mau bertanya-tanya dan berfikir ilmiah.

Sadarkan kita sebagai seorang mahasiswa, sadarkan kita sebagai orang yang sadar dengan keadaan sekitar kita, sadarkan kita sebagai orang yang mau berfikir. Ketika dari semua itu kita bisa memahami dan sadar tidak ada hal yang menjadi permasalahan kita mau ikut organisasi maupun tidak. Kita dapat mengetahui keberadaan kita, dimana kita sekarang berada dan kita dapat berfikir kritis. Kritis dengan semua hal.

Sikap terhadap organisasi.

Melihat sejarah seorang demonstran dari kalangan mahasiswa sebut saja soe hogie, lebih akrabnya dipanggil Gie yang dulunya salah satu mahasiswa yang memobilisasi dan tergabung dengan organisasi KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) yang didalamnya terdiri dari organisasi Ekstra dan Intra, salah satunya BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) seluruh indonesia, yang dibantu oleh Pers mahasiswa. Pada waktu itu pengayoman pemerintah terhadap rakyat yang sudah tidak memihak oleh rakyat itu sendiri. Dari problematika tersebut Muncullah organisasi dari kalangan tersebut.

Sebagai Agen of Change dan Control Social of Change, kita harus memiliki sikap yang nyata terhadap keadaan seperti ini. Bagaimanapun mahasiswa harus sadar dengan keadaan dan kondisi seperti ini. Sebagai orang intelektual kita harus siap dan berani untuk bertindak dan melawan semua keputusan yang hanya memihak  demi kepentingan para birokrasi yang tidak jelas. Semoga dengan hal ini kita bisa sadar apa itu manfaat untuk ikut bisa Berorganisasi.


Selamat Bagi Mahasiswa Yang Meluangkan Waktunya Untuk Bisa Organisasi.

2 komentar:

Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa