Merebaknya antusias mahasiswa terhadap organisasi
Oleh : Mas Allam*
Antusias
mahasiswa terhadap organisasi dapat kita lihat pada selesai Oreantasi
Pengenalan Akademik dan Mahasiswa (OPAK) dan Sosial Pembelajaran (SOSPEM) telah
usai. Di saat para mahasiswa baru mulai sibuk dengan mata kuliah yang baru,
dimana mahasiswa lama sedang sibuk membuka stand pendaftaran yang tujuannya
merekrutmen anggota baru buat penerus dan kaderisasi organisasi tersebut.
Mereka sibuk dengan hajatan-hajatan yang memiliki misi mengajak mahasiswa baru
untuk berorganisasi.
Sering
terlihat kebiaaan para mahasiswa-mahasiswa pada tahun ajaran baru membuka stand
pendaftaran untuk merekruitmen anggota baru untuk kebutuhan organisasinya.
Seakan-akan ini menjadi suatu budaya para mahasiswa UIN yang mereka suka dengan
dunia organisasi. Tidak perlu kita mempermasalahkan hal ini, mahasiswa yang
sadar dengan sosial pasti akan memilih untuk berorganisasi, mahasiswa yang
tidak sadar organisasi pasti akan memilih untuk tidak berorganisasi. Baik itu
ada keinginan dari mahasiswanya sendiri maupun pengaruh dari mahasiswa yang
lama untuk bersosial tinggi.
Terkadang
ada yang memiliki persepsi bahwa apa toh manfaat dari organisasi?.. organisasi
Itu hanya membuang-buang waktu kuliah dan nantinya bikin lulus lama. Itu hanya
sebagai wejangan para orang-orang yang tidak pernah merasakan proses organisasi
saja. Dan mungkin juga itu orang yang merasa selama diorganisasi merasa
tersingkirkan. Itulah sedikit penyakit para mahasiswa yang apatis dengan
organisasi. Paling tidak sebagai mahasiswa kita harus memiliki sikap kritis,
sikap dimana sebgai seorang mahasiswa mau bertanya-tanya dan berfikir ilmiah.
Sadarkan
kita sebagai seorang mahasiswa, sadarkan kita sebagai orang yang sadar dengan
keadaan sekitar kita, sadarkan kita sebagai orang yang mau berfikir. Ketika
dari semua itu kita bisa memahami dan sadar tidak ada hal yang menjadi
permasalahan kita mau ikut organisasi maupun tidak. Kita dapat mengetahui
keberadaan kita, dimana kita sekarang berada dan kita dapat berfikir kritis.
Kritis dengan semua hal.
Sikap terhadap organisasi.
Melihat
sejarah seorang demonstran dari kalangan mahasiswa sebut saja soe hogie, lebih
akrabnya dipanggil Gie yang dulunya salah satu mahasiswa yang memobilisasi dan
tergabung dengan organisasi KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) yang
didalamnya terdiri dari organisasi Ekstra dan Intra, salah satunya BEM (Badan
Eksekutif Mahasiswa) seluruh indonesia, yang dibantu oleh Pers mahasiswa. Pada
waktu itu pengayoman pemerintah terhadap rakyat yang sudah tidak memihak oleh
rakyat itu sendiri. Dari problematika tersebut Muncullah organisasi dari
kalangan tersebut.
Sebagai
Agen of Change dan Control Social of Change, kita harus memiliki sikap yang
nyata terhadap keadaan seperti ini. Bagaimanapun mahasiswa harus sadar dengan
keadaan dan kondisi seperti ini. Sebagai orang intelektual kita harus siap dan
berani untuk bertindak dan melawan semua keputusan yang hanya memihak demi kepentingan para birokrasi yang tidak
jelas. Semoga dengan hal ini kita bisa sadar apa itu manfaat untuk ikut bisa
Berorganisasi.
Selamat Bagi Mahasiswa Yang Meluangkan Waktunya Untuk Bisa
Organisasi.
RSS Feed
Twitter
9/19/2013 07:27:00 PM
Unknown
Posted in
itu yg perlu dipertahankan
BalasHapussiap kakak...
Hapus