Higgs Boson “Partikel Tuhan”
Sejarah sains dimata dunia mendapat penemuan yang
selalu baru. Penemuan partikel Tuhan menjadi tonggak sejarah perkembangan
fisika partikel. Sebuah atom selama ini dikenal memiliki komposisi yang terdiri
dari proton (bermuatan positif), elektron (bermuatan negatif), dan neutron
(bermuatan netral). Tapi kini ada lagi tambahan yaitu Higgs-Boson. Sebelumnya telah ditemukan partikel
yang mirip Higgs Boson pada Selasa, 3 Juli 2012, kemudian pada Kamis (14/3/2013) Dalam
konferensi Rencontres de Moriond di Italia , ilmuwan akhirnya mengonfirmasi
bahwa partikel yang ditemukan memang Higgs Boson. Penelitian Higgs Boson ini
dilakukan oleh Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN).
apa itu Higgs-Boson?
Higgs
Boson adalah Sebuah partikel yang membentuk sebuah obyek, baik itu molekul,
sebutir apel, sebuah kereta, hingga sesosok manusia, dia adalah massa. Wikipedia menerangkan,
Higgs Boson adalah partikel dasar masif hipotetis
yang diperkirakan ada sesuai Model Standar (MS) fisika partikel. Secara teoritis, ada dua ciri utama Higgs
Boson. Pertama, partikel tersebut harus memiliki spin nol. Spin
menyatakan momentum. Kedua, parity (keseimbangan, keadaan sama) yang
menyatakan bagaimana cermin partikel berperilaku dalam fisika kuantum harus
positif.
Munculnya
nama partikel Tuhan berawal dari pernyataan fisikawan Leon Lederman dalam buku
berjudul God Particle: If Universe is the Answer, what is the question?.
Awalnya fisikawan Amerika itu menyebutnya goddamn particle. Tapi
editor buku Lederman menolaknya, jadilah god particle. Peletak dasar
teori partikel Tuhan, yaitu Peter Higgs, menolak penamaan itu. Sebab pria 83
tahun itu adalah seorang atheis. Jadi sebenarnya tidak ada nuansa agama dalam
partikel ini.
Higgs
Boson atau partikel Tuhan ini dapat memunculkan teori-teori baru dimana manusia
bisa menghilang dan menembus waktu. jika ada perlakuan khusus yang bisa
memanipulasi medan di sekitar partikel secara lokal. Maka bisa terjadi sebuah
obyek menghilang, Jika medan partikel Higgs-Boson dimanipulasi dalam area yang
besar sehingga memiliki energi, maka akan terjadi energi gravitasi yang
repulsif. Akibatnya, wilayah-wilayah di alam semesta ini akan bergerak cepat
dan memindahkan barang-barang lebih cepat daripada cahaya, sehingga
memungkinkan manusia menembus waktu.
Partikel Tuhan ini bahkan diyakini bisa menjelaskan terciptanya alam semesta, (sumber : kompas.com; Tempo.co).
[Mala-Meta]
RSS Feed
Twitter
11/09/2013 05:21:00 PM
Unknown
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Kirim Tulisan Anda Baik Berupa Artikel, Opini, Cerpen, Dll ke
Email : metamorfosa96@yahoo.com
Add : Lpm Metamorfosa
Follow : @LpmMetamorfosa